Ticker

6/recent/ticker-posts

Menggali Potensi Investasi Saham GOTO Gojek Tokopedia Setelah Cetak Rugi Rp 40 Triliun: Rekomendasi dan Risiko yang Perlu Dipertimbangkan



GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, melaporkan rugi bersih sebesar Rp 40,4 triliun selama tahun 2022. Hal ini meningkat 55,98% secara tahunan dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 25,9 triliun di tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pendapatan bersih GOTO mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 120% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 11,3 triliun dari hanya Rp 5,2 triliun di tahun sebelumnya.

Menurut Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, pembengkakan rugi bersih tersebut disebabkan oleh beberapa aspek non-kas hingga peristiwa yang hanya terjadi satu kali, yang tidak mencerminkan kinerja bisnis inti GOTO. Aspek-aspek tersebut meliputi penurunan nilai goodwill sebesar Rp 11 triliun terkait dengan penggabungan Gojek dan Tokopedia, investasi di JD, serta peningkatan beban kompensasi berbasis saham.

Meskipun demikian, jika mengesampingkan beban tersebut, rugi bersih kuartal IV-2022 GOTO sekitar Rp 6,5 triliun atau membaik 36% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja bisnis inti GOTO bergerak positif meskipun masih mengalami rugi di sepanjang tahun 2022.

Edhi Pranasidhi, Founder Indonesia Superstock Community, menyarankan para investor untuk lebih memperhatikan kinerja fundamental yang dicatatkan GOTO. Apalagi, harga saham teknologi masih terimbas sentimen runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB). Namun dalam jangka panjang, investasi pada saham teknologi seperti GOTO masih potensial dan layak untuk diinvestasikan.

Andrew Sebastian Susilo, Research Analyst MNC Sekuritas, memproyeksikan bahwa GOTO dapat mencapai target EBITDA positif yang disesuaikan lebih cepat 4-6 kuartal lebih awal dari panduan. Caranya adalah dengan menaikkan take rate sebesar 20 bps per tahun hingga 2025 dan mengoptimalkan biaya dengan rasionalisasi promo dan perampingan jumlah pegawai.

Namun, risiko utama yang dihadapi GOTO adalah kemungkinan penurunan peringkat valuasi sebagai peningkatan risiko sistematis karena masalah likuiditas dan solvabilitas SVB. Dengan metode SOTP, Andrew merekomendasikan beli GOTO dengan target harga Rp 168 per saham.

Meskipun demikian, harga saham GOTO ditutup anjlok 6,90% ke level Rp 108 pada Senin (20/3). Namun, dalam jangka panjang, investasi pada saham teknologi seperti GOTO masih potensial dan layak untuk diinvestasikan, asalkan para investor memperhatikan kinerja fundamental perusahaan dan memahami risiko yang mungkin terjadi.


Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-goto-gojek-tokopedia-goto-usai-cetak-rugi-rp-40-triliun

Posting Komentar

0 Komentar